Guru Kontrak Harus Jalankan Revolusi Mental

Guru Kontrak Harus Jalankan Revolusi Mental

 

BULA, Hunimuanews - Seleksi guru kontrak di kabupaten Seram Bagian Timur merupakan  salah satu upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini. Sehingga, peserta seleksi harus memenuhi  sejumlah kemampuan untuk diterima sebagai tenaga pengajar.

 

Mengingat pentingnya peran guru dalam prose pembanguna di bidang pendidikan, sehingga dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten SBT menetapkan beberap syarat bagi peserta seleksi  guru kontrak.

 

Syarat – syarat  yang menjadi indikator penilaian dalam menentukan layak atau tidaknya  peserta seleksi guru kontrak menjadi tenaga pengajar nanti, antara lain kemampuan calon guru kontrak menjalankan upaya revolusi mental para peserta didik.

 

“Sebetulnya, revolusi mental ini, kalau orang pendidkkan sudah berjalan jauh. Sebelum ada ini (program revolusi mental saat ini-red), orang pendidikan sudah jauh berjalan,”kata  Kepala dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga kabupaten SBT, Achmat Rumaratu di runag kerjanya beberapa  waktu lalu.

 

Untuk menjalankan upaya revolusi mental, guru harus memiliki kemampuan mengelola kelas secara baik serta menyampaikan pesan-pesan pembinaan kepada siswa.

 

“Sebelum masuk pada pokok bahasan yang ia sampaikan, ada pesan-pesan pembinaan yang disampaikan kepada siswa,”kata Rumaratu.

 

Karena itu, Rumaratu mengatakan, seleksi guru kontrak yang sedang berlangsung saat ini akan dilakukan melalui dua tahap.

 

“Pertama tahapan tertulis dan kedua adalah seleksi kemampuan mengajar,”katanya.

 

Tahapan yang pertama, lanjut Rumaratu adalah seleksi  tentang pengetahuan peserta tentang  pendidikan dan mata pelajaran yang diminitai.  Dan tahap yang kedua adaah kemampuan mengeloal kelas dan kemampuan mengajar secara baik.

 

“Guru boleh pintar, tapi harus mampu membuat siswa dapat mengadopsi apa yang dia  sampaikan, Ini yang disebut pengelolaan kelas. Saat waktu tes nanti dia bisa beridiri, dia bisa mengelola kelas yang baik atau tidak. Bagaiman pembukaan dia mengajar, apalagi kaitannya dengan revolusi mental,”tegasnya. (HN - MB)