Dugaan Komentar Miring Tentang Wartawan, DR Dipolisikan

Dugaan Komentar Miring Tentang Wartawan, DR Dipolisikan

BULA, hunimuanews.com-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Seram Bagian Timur, Senin (11/3) siang melaporkan salah satu pengguna media sosial kepada Polisi. Laporan ini menyusul komentar pemilik akun Facebook atas nama ‘Darwis Rumakey’ ini diduga melecehkan profesi wartawan.

 

Sebelumnya, pengguna akun ‘Darwis Rumakey’ mengomentari kalimat postingan salah satu wartawan di Facebook tentang berita Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD kabupaten SBT di salah satu partai Politik.

 

Namun, ada beberapa penggalan kalimat dalam beberapa kali komentar akun ‘Darwis Rumakey’ yang diduga melecehkan wartawan di Seram Bagian Timur.

 

“Bt (Saya-red) junjung tinggi wartawan di Indonesia tapi wartawan di SBT ini ado nasip sudah,”demikian bunyi penggalan kalimat pada komentarnya.

 

Saling balas komentar pun berlanjut antara pengguna akun ‘Darwis Rumakey’ dengan pengguna Facebook lainnya tentang penggalan kalimat komentar miringnya terhadap wartawan di SBT tersebut. Bahkan, ada wartawan juga mengingat pengguna akun tersebut, agar tidak berkomentar miring seperti itu.

 

Tapi, ia kembali berkomentar dengan menyisipkan penggalan kalimat  miring tentang kinerja wartawan dalam mencari berita. “Berita satu ini seng (tidak-red) ada untung apa-apa kawan malah z (tidak-red) ada uang saku lagi. Cr (Cari-red) berita itu ada hasil uang ka la (Supaya-red) katong (Kita-red) ejoi (Enjoi-red) ka,”tulisnya.

 

Menyikapi hal itu, pengurus PWI Seram Bagian Timur pun melakukan kajian, kemudian melaporkan pengguna akun ‘Darwis Rumakey’ kepada Polres Seram Bagian Timur.

 

Caretaker ketua PWI Kabupaten SBT, Mansyur Boinauw mengatakan, pihaknya meloprkan masalah itu karena pengguna akun ‘Darwis Rumakey’ menyebutkan  kata-kata yang diduga mengandung unsur pelecehan terhadap wartawan.

 

“Merujuk pada Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiata jurnalistik. Dengan demikian, kita semua yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, terutama yang ada di SBT menjadi objek komentar yang bersangkutan,”kata Boinauw.

 

Sehingga, lanjutnya sebagai pengurus di PWI yang merupakan organisasi profesi Wartawan, pihaknya melaporkan masalah itu kepada Polisi untuk diproses secara hukum.

 

Sekretaris PWI Seram Bagian Timur, M. Yasin Kelderak menegaskan, pihakanya berharap masalah tersebut diproses hingga tuntas.

 

“Ini soal nama baik profesi. Apalagi komentara itu disampaikan melalui media sosial. Kami berharap, Polisi secepatnya memanggil yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan komentarnya tersebut,”tegasnya.

 

Laporan tertulis yang disertai bukti itu disampaikan kepada Kapolres SBT, AKB. Saminata melalu Kasat Reskrim Iptu. La Beli, Senin siang.

 

“Kita merujuk permasalahan sesuai dengan materi permasalah. Akan ditinjaklanjuti oleh jajaran Reskrim. Kalau memenuhi unsur pidana, diteruskan,”kata Kapolres SBT, AKBP. Saminata saat menerima pengurus dan anggota PWI di ruang kerjanya.

 

Kasat Reskrim Polres SBT, Iptu. La Beli mengatakan, pihaknya akan memproses masalah itu. “Jadi, pengaduan dari rekan-rekan wartawan, khususnya Persatuan Wartawan Indonesia Seram Bagian Timur telah kami terima. Kami akan membentuk tim untuk melakukan penyelidikan. Kita akan mencari unsur-unsur yang dilaporkan, dalam hal ini adalah penghinaan,”kata IPTU. La Beli.

 

Ia mengatakan, salah satu langkah yang akan dilakukan dalam proses tersebut nanti adalah meminta pendapat ahli bahasa.

 

“Ahli bahasa dari Universitas Pattimura. Setelah itu, baru kami dapat menyimpulkan. Kalau ahli bahasa bilang ada unsur penghinaan maka kami akan tindaklanjuti,”kata IPTU. La Beli.(SR)