DPRD SBT : Kecamatan Kilmury Jadi Tanggung Jawab Bersama

DPRD SBT : Kecamatan Kilmury Jadi Tanggung Jawab Bersama

BULA, hunimuanews.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), merasa prihatin atas kondisi sosial masyarakat di Kecamatan Kilmury. Yang hingga kini masih jauh dari kata sejahtera. Ketertinggalan itu menurut DPRD SBT, sudah menjadi tanggung jawab bersama. Selasa, 15 Oktober 2019.

 

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan  Abdul Aziz Yanlua mengatakan, 
masalah ketertinggalan yang dihadapi masyarakat Kecamatan Kilmury, sudah menjadi tanggung jawab bersama. 

 

"Masalah Kilmury bukan hanya tanggung jawab Fathul Kwairumaratu, Umar Gassam dan Hasan Day. Tapi itu adalah masalah bersama, yang harus disikapi secara bersama" tutur Yanlua, saat berhadapan dengan puluhan pendemo di kantor DPRD SBT Senin, 14/10/19 Kemarin.

 

Selan itu, Ketua Fraksi Nasional Kebangkitan Rakyat Ita Wotu Nusa, Munawir Kubal menjelaskan, tentang Kilmury, Fraksi yang dipimpin dirinya akan memperjuangkan kesejahteraan untuk rakyat. Karena menurutnya, masalah yang dihadapi saat ini adalah masalah kemanusiaan.

 

Tak hanya Ketua, pengakuan serius juga muncul dari Fadli Salim Elbetan selaku Sekretaris Fraksi dan Anggota Fraksi Abdul Gafar Wara-Wara, untuk selalu mengawal kemajuan di Kecamatan Kilmury. 

 

Dalam Forum rapat yang dipimpin wakil ketua dua Ahmad Voth itu, Elbetan merekomendasikan, apa yang menjadi kendala di Kecamatan Kilmury, secepatnya kita tindak lanjuti secara bersama.

 

Soal Kilmury, Wara-Wara mengatakan, sebelum dirinya menjadi DPRD SBT dirinya sudah bergabung dan berjuang untuk Kecamatan Kilmury. "apalagi kita sudah ada dalam perwakilan rakyat ini. Kita akan tetap sama-sama saling membantu untuk kesejahteraan di Kilmury" tutur Wara-Wara.

 

Tak hanya itu, Ketua dan Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan pertanyaan yang sama. Seperti dijelaskan Ketua Fraksi Husein Rumadan alias Kilang, bahwa Kecamatan Kilmury harus patut diperjuangkan. "Karena Kilmury adalah bagian dari masyarakat kabupaten SBT, Kilmury adalah Maluku, dan Kilmury adalah Indonesia" ucap Rumadan.

 

Saling berdampingan tempat duduk dengan ketua. Sekretaris Fraksi PKS Hasan Day menuturkan, soal ketertinggalan Kecamatan Kilmury jangan diperlambat. Dirinya meminta, 25 DPRD SBT jangan terlalu lama mengurus persoalan ini. "Percuma saja kita hadir di tempat rakyat ini, kalau persoalan kilmury kita tidak bisa selesaikan" tuturnya.

 

Hal senada juga disampaikan Halaludin Sagey, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Sekretaris Fraksi PAN Samad Rumakabis. Dangan nada tegas Rumakabis mengatakan, tentang Kilmury adalah hajat bersama. "Hajatan semua Anggota DPRD untuk sama-sama berjuang mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kecamatan Kilmury" ucap Rumakabis.


Sementara perwakilan DPRD asal Kecamatan Kilmury, Fathul Kwairumaratu dan Umar Gassam, dalam forum mulia itu mereka sangat mohon dukungan penuh dari semua anggota DPRD SBT untuk mari sama-sama mangangkat ketertinggalan yang ada di kecamatan Kilmury. 

 

"Bukan hanya di Kecamatan Kilmury yang kita perjuangkan, kita juga sama-sama saling membantu mengangkat ketertinggalan di kecamatan-kecamatan lain yang ada di Bumi Ita Wotu Nusa ini" minta Sekretaris Fraksi Pembangunan Demokrasi Nasional itu.

 

Fathul juga mengharapkan,  setiap kebijakan anggaran yang dibahas, dapat disisipkan untuk untuk kesehatan Masyarakat  Kecamatan Kilmury. "Masalah yang dihadapi masyarakat saat ini bersifat luar biasa. Karena persoalan ini tentang tentang hajat hidup orang banyak" tutur Fathul.

 

Fathul sangat meyakini,  bahwa 25 Anggota Legislatif, akan menaruh kebijakan pembangunan untuk pro Kecamatan Kilmury. Sebab, Kilmury, merupakan salah satu kecamatan yang tertinggal. Baik dari infrastruktur Jalan Lintas, pendidikan, Kesehatan, Telekomunikasi, Dermaga Kapal, ekonomi, dan lain sebagainya. (HN-Opan)