DPC PDIP SBT Polisikan Akun Palsu Mulla Sadra

DPC PDIP SBT Polisikan Akun Palsu Mulla Sadra

BULA, hunimuanews.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), pada 13 Agustus 2020. Resmi melaporkan salah satu akun palsu atas nama Mula Sadra, ke Polres SBT. Akibat dinilai melakukan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap partai, pada postingannya dalam Group Facebook New Pilar SBT Progresif tertanggal 06 Agustus 2020.

 

Wakil Ketua Organisasi DPC PDIP Kabupaten SBT Hariyanto Kelibai kepada media ini di Bula Sabtu, 15 Agustus 2020  mengatakan, postingan akun palsu Mula Sadra pada Group Facebook New Pilar SBT Progresif sangat mengandung unsur pencemaran nama baik dan merupakan fitnah terhadap partai.

 

"Olehnya, DPC PDIP Kabupaten SBT menilai yang disampaikan akun Facebook Mula Sadra adalah pembohongan publik dan fitnah" ucap Hariyanto, sembari memperlihatkan posting Mula Sadra.

 

Hariyanto menyampaikan, sebelum DPC PDIP Kabupaten SBT melaporkan permasalahan tersebut di pihak berwajib. Terlebih dahulu DPC PDIP SBT berkomunikasi dengan pimpinan tertinggi partai. Baik di DPD dan DPP. "Kami melaporkan masalah ini ke pihak lebih atas dan diperintahkan untuk dilaporkan" katanya.

 

DPC PDIP SBT meminta pihak berwajib cepat menindaklanjuti laporan pihaknya. Agat dapat memberikan efek jerah atas akun palsu Mula Sadra. "Kami harapkan ada efek jerah yang diberikan kepada yang bersangkutan. Supaya Informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawab" ucapnya.

 

Berikut, postingan status yang dilakukan akun palsu Mula Sadra dalam Group Facebook New Pilar SBT Progresif.

 

Gambar PDI-P mematok tarif  sebesar 3 Milyar, FHA bebankan tarif itu ke OBI.
Obi punya jawaban yg sedih dan was2 bahwa :
Obi : pak fahri kan beta yg di pinang oleh bpk FHA kok beta di suru tanggung biaya sebesar itu sasandiri.

 

FHA : pokoknya ana dan ana pung bini zg mau kasi kaluar duit sebesar itu, krn ente pung partai blm garansikan ana satu kepastian yg ana harapkan.

 

Obi : astaga kalau tau bagini jadinya jang katong buang2 energi deng waktu par manuver PDI-P lae pak Fahri.

 

FHA : apapun caranya pak Obi harus lakukan perintah ini untuk tangani akang, paling tidak minimalisir nominal yg terbilang fantastis ini.

 

Sampai saat ini, dari sumber yg terpantau dan terdengar atas debatan kusir dari dua calon mempelai ini terlihat ada semacam baku ofor beban.

 

Jika suasana ini terus terjadi, maka ada kemungkinan terburuk PDI-P menarik fatsumnya dan mengusung Obi calon bupati bukan lagi calon wakil bupati, ini upaya pecah kongsi yg sdh di kaji jauh dari pihak PDI-P setelah mengikuti dan memantau berkembangnya opini terkait pahaman FHA yg kental berwarna aliran Wahabi dimana aliran pemikiran ini sangat kontroversial dengan idelogis PDI-P sejak di runut oleh bung Karno (pahaman Marhaenisme).

 

Kemudian bukan saja PDI-P memberikan kost yg begitu besar ada beberapa parpol lainnya yg sampai saat ini blm menerima se-% pun sebagai tanda jadi deal tarif (deposito) yg di setjuji berbayar tersebut dari FHA.

 

Situasi tersebut diatas terlihat jelas dimana FHA bermodus kencang untuk manuver semua parpol dengan tujuan mencari keseimbangan harga tarif tiket yg relatif di jangkau, tapi masuk (kas bon) bukan cash room.

 

Kalaupun FHA berani menerima semua biaya tarif yg di tawarkan, maka bersiap-siaplah jika di kemudian hari FHA terpilih tentu sebagian besar% APBD SBT di gunakan untuk melunasi beban tarif yg sudah di janjikan tersebut di atas tanpa memprioritaskan isi perut masyarakat SBT nantinya. (HN-opan)