Disperindak Ambon Meminta pelaku usaha tetapkan Harga Jangan Melebeihi HET

Disperindak Ambon Meminta pelaku usaha tetapkan Harga Jangan Melebeihi HET
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon meminta pelaku usaha menerapkan Harga Eceran Tertenggi (HET) tiga kebutuhan pokok yakni minyak goreng, gula pasir dan daging beku menjelang Lebaran 2017/1438 Hijriah.

Kepala Dinas Perindag Kota Ambon Pieter Leuwol menyatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama asosiasi-asosiasi toko retail telah membuat kesepakatan acuan harga tiga komoditas pokok yaitu gula pasir, daging beku, dan minyak goreng.

"Harga acuan tiga komoditas utama dengan harga eceran tertinggi untuk daging Rp80.000, minyak goreng Rp11.000 dan gula pasir Rp12.500, kita berharap pelaku usaha ritel maupun swalayan di Ambon dapat menerapkan HET yang telah ditetapkan," katanya di Ambon, Selasa.

Menurut dia, pihaknya telah mengedarkan surat edaran penetapan HET yang ditetapkan Kemendag ke setiap penusaha retail modern, sehingga dipastikan seluruh ritel dan swalayan telah mengetahui dan segara menindak lanjuti instruksi pemerintah pusat.

Harga yang ditetapkan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti yakni dibawah harga yang ditetapkan, tetapi tidak boleh melebihi HET diseluruh retail modern di Indonesia.

"Menindaklanjuti surat edaran kita juga telah melakukan pengawasan, hasilnya seluruh retail modern yang ada di Ambon telah menjual tiga komoditas ini sesuai dnegan HET yang ditetapkan," ujarnya.

Dijelaskannya, retail modern merupakan "price leader" atau acuan harga, oleh kerena itu harus dikendalikan, karena itu retail modern tidak boleh menjual barang dengan harga di atas harga yang sudah ditetapkan batasnya.

"Aturan wajib lapor ini sudah dimulai di seluruh Indonesia karana telah ditandatangani Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, jika ada yang melanggar maka akan ditindaklanjuti," ujarnya.