Diskusi Publik Gagal Digelar, Ketua BEM Fisip Unpatti Angkat Bicara

Diskusi Publik Gagal Digelar, Ketua BEM Fisip Unpatti Angkat Bicara

AMBON, hunimuanews.com-Diskusi publik yang direncanakan akan digelar via-zoom oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Pattimura Ambon (Unpatti), pada Rabu 7 April 2021 mendatang akhirnya gagal di gelar dikarenakan mendapat penolakan dari pihak fakultas.


Pasalnya penolakan itu terjadi akibat rilisan tema diskusi " Evaluasi 3 Tahun Pemerintahan Murad-Orno", yang diangkat dalam forum itu diduga sensitif oleh pihak fakultas, bahkan dapat berpengaruh buruk terhadap lembaga Fisip Unpatti.


Sejalan dengan hal itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip Unpatti Ambon, Muhammad Nasir Angar melalui rilisnya yang diterima hunimuanews. Selasa (30/3/2021), angkat bicara persoalan dimaksud.


Nasir mengungkapkan dirinya selaku pimpinan pada BEM Fisip Unpatti, tentu merasa kecewa terhadap pihak fakultas yang seharusnya mendukung malah menolak diskusi yang sifatnya ilmiah.


"Penolakan ini sangat tidak substansial dan rasioanl, saya mau tegaskan bahwa kegiatan ini tidak ada unsur kepentingan kelompok tertentu" Pungkasnya.


Dikatakan Lanjut Nasir, kegiatan yang direncanakan itu sebagai salah satu bahan penyikapan kritisan mereka sebagai agent of change dan agent of control terhadap pemerintahan di Maluku saat ini yang dipimpin Murad Ismail dan Barnabas Orno.


"Kegiatan ini merupakan wadah bagi seluruh lapisan masyarakat maluku, untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan apa saja yang di lakukan oleh pemerintahan murad-orno selama 3 tahun memimpin Maluku ini". Tegasnya


Pemuda asal Seram Bagian Timur (SBT) itu, terus berharap agar pihak fakultas bahkan lembaga secara umum tidak membatasi segala kegiatan kemahasiswaan yang sifatnya ilmiah, kebebasan berpendapat di muka umum adalah hak konstitusional, sebagaiman di atur dalam pasal 28 E ayat 3.

 

"Padahal undang undang saja menjamin itu, lantas apa yang perlu ditakuti". Ujarnya


Ditambahkan jangan sampai gerakan kebebasan mahasiswa ini terintimidasi pada ruang demokratis, untuk itu ditegaskan jangan membungkam daya kritis dan pemikiran mahasiswa dengan alasan apapun.(HN-MR)