Dirikan Dua Tempat Ibadah di Desa Bitorik SBT, Ditolak Warga

Dirikan Dua Tempat Ibadah di Desa Bitorik SBT, Ditolak Warga

BULA, hunimuanews.com- Upaya mendirikan dua tempat ibadah (Masjid) di Desa Administratif Bitorik kecamatan Kilmury kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akhirnya di tolak sebagian warga setempat.

 

Pasalnya, upaya pembangunan tempat ibadah tersebut dilakukan oleh sebagian masyarakat Desa Bitorik yang diketahui berseberangan ego dan pemahaman dengan masyarakat lainnya. Hal itu diduga terjadi akibat imbas kepentingan politik yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

 

Dengan adanya ego tersebut, keinginan mereka untuk membangun Masjid atau tempat ibadah itu tidak lain adalah menciptakan kubu kubu tertentu di negeri tersebut. Tidak hanya itu, rencana pembangunan tambahan satu tempat ibadah baru di tempat itu, terkesan menimbulkan perpecahan di tengah kerukunan masyarakat.

 

Ketua BPNA Desa Administratif Bitorik Ahmad Kesui kepada Media ini Sabtu (07/21) mengatakan, dalam menyikapi kondisi yang terjadi di Desa Bitorik dirinya berinisiatif melakukan rapat dengan sejumlah masyarakat. Rapat itu diberlakukan kata Ahmad, untuk mendengar pendapat dan usulan warga terkait gerakan pembangunan satu tempat ibadah baru yang dikerjakan oleh segelintir masyarakat.

 

"Iya selaku BPNA di Negeri katong biking rapat dengan masyarakat, tujuan rapat itu untuk katong bahas masalah dong mau bangun Masjid satu lae di kampung ini. Makanya rapat ini untuk katong dengar usulan masyarakat agar mencegah hal hal yang terjadi di kampung ini," kata Ketua BPNA Ahmad Kesui

 

Ahmad menjelaskan, Bitorik sejak dahulu hingga kini hanya memiliki satu tempat ibadah saja, hingga untuk shalat berjamaah Masjid tersebut bisa mampu menampung ratusan masyarakat Bitorik untuk shalat. Namun kondisi sebagian masyarakat dipengaruhi oleh kepentingan politik sejak dahulu, akibatnya mereka bersih keras membangun satu tempat ibadah baru. 

 

Ahmad menambahkan, selaku Badan Permusyawaratan Negeri, pihaknya akan terus berupaya menghadirkan solusi lain guna mengatasi masalah dimaksud. Sebab selaku pemerintahan Negeri tentunya hal tersebut bagian dari tanggung jawab mereka.

 

Menanggapi hal tersebut, salah satu perwakilan tokoh masyarakat Desa Bitorik Anwar Samoal

menegaskan, polemik pembangunan tempat ibadah baru alias Masjid di Desa Bitorik kecamatan Kilmury pada prinsipnya di tolak selaku masyarakat. Hal itu menurut Anwar mestinya tidak harus diberlakukan, sebab menurutnya dua Masjid atau dua tempat ibadah dalam satu Desa yang Penduduknya berkisar 200-300 penduduk baginya cukup sedikit hingga tidak perlu adanya pembangunan tempat ibadah baru.

 

"Katong pu masjid di kampung ini akang bisa tampung masyarakat Bitorik ini samua par shalat, jadi seng perlu bangun baru sebab jika itu terjadi nanti masyarakat baku tasalah paham," tegas Anwar 

 

Selain itu, ia menambahkan terkait pembangunan tempat ibadah itu di tolak sebagian besar masyarakat Bitorik. Dengan begitu, penolakan tersebut akan disertai dengan berbagai solusi dari masyarakat, termasuk pemerintah setempat dalam menangani Kondisi tersebut. (HN-MR)