Dihantam Gelombang Pasang, Talud Penahan Ombak di Desa-Suru Rusak Parah

Dihantam Gelombang Pasang, Talud Penahan Ombak di Desa-Suru Rusak Parah

BULA, hunimuanews.com-Akibat cuaca ektrim disertai angin kencang dan gelombang pasang menghantam talud penahan ombak dibibir pantai Desa Admnistratif Suru kecamatan Siritaun Wida Timur kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengalami kerusakan parah

 

Dikabarkan kondisi gelombang laut itu terjadi pada Kamis (27/05) kemarin sampai saat ini kondisi tersebut masih tetap sama hingga hal itu membuat warga sekitar panik dan berhati hati

 

Salah satu Pemuda Desa Admnistratif Suru Saiful Rumakabis dikonfirmasi media ini Jumat, (28/05/2021) mengatakan, saat dirinya  berada di lokasi kejadian, ia menyaksikan hantaman gelombang pasang itu begitu keras, hingga dapat meyebabkan kerusakan pada talud penahan ombak yang dibangun berbentuk cincin itu.

 

"Ombak paling kuat memang, sampe talud ini patah akhirnya air lolos masuk kadalam rumah rumah ini," ungkapnya

 

Ia menjelaskan, tidak hanya kerusakan pada talud saja, melainkan beberapa rumah warga yang berdekatan dengan bibir pantai itu pun ikut rusak dan digenangi air pasang akibat diterobosi gelombang

 

Selain itu Penjabat Negeri Admnistratif Suru Umar Rumadaul, yang turun langsung untuk meninjau lokasi kejadian itu mengungkapkan, kerusakan pada talud dan beberapa rumah warga di desa Suru itu sangat memprihatinkan

 

Kata Umar, masalah tersebut merupakan kondisi alam, namun hal itu tidak luput dari perhatian manusia. Ia menegaskan insiden tersebut akan segera dilaporkan ke pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera di tindak lanjuti. Dengan demikian ia berharap ada perhatian dan langkah serius dari Pemerintah Daerah (Pemda)

 

"Saya selaku penjabat Negeri Admnistratif Suru meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait agar segera mungkin menyikapi persoalan yang menimpa masyarakat saya," tegas Umar

 

Menilisik adanya kondisi tersebut, selaku Penjabat Pemerintahan Desa ia menghimbau kepada warga masyarakat setempat terutama yang bermukiman di bibir pantai, agar lebih berhati hati untuk mengantisipasi kejadian tersebut.(HN-MR)