Caleg Terpilih Fathul Kwairumaratu, Salam Juang dari Gunung Teri Kilmury

Caleg Terpilih Fathul Kwairumaratu, Salam Juang dari Gunung Teri Kilmury

BULA, hunimuanews.com-Salah satu Calon Anggota (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Fathul Kwairumaratu, yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) SBT sebagai anggota DPRD SBT terpilih dapil II dari partai PPP, dirinya menyampaikan salam perjuangannya kepada seluruh masyarakat Kecamatan Tutuk Tolo, Kian Darat, Siritaun Wida Timur, Seram Timur, dan Kecamatan Kilmury. Melalui pesan Gunung Teri.

 

"Ucapan terimakasih atas perjuangan ini, saya sampaikan kepada seluruh masyarakat dapil dua. Mulai dari masyarakat di gunung kampung sesar dara di kecamatan Tutuk Tolo,  sampai masyarakat yang menempati kampung Kota Leimela di Desa Missing, sebagia kampung penutup bagian barat di Kecamatan Kilmury" ucap Fathul Kwairumaratu dalam tulisannya, pada Selasa, 21 Mei 2019.

 

Tentang perjuangan politiknya,  Anggota DPRD SBT asal Partai Persatuan Pembangun (PPP) itu menjelaskan kisah perjalan politiknya. Bahkan politik tahun 2019 ini menurutnya adalah perjuangan jihat. Untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat dapil dua, labih khusus masyarakat Kecamatam Kilmury.

 

"Politik tahun ini adalah jihat untuk melawan ketidak adilan. Untuk mengangkat harkat serta martabat masyarakat di dapil dua. Dan  perjuanagan  serta perjalanan panjang ini telah kita lewati bersama. Suka dan duka dalam jihad ini adalah hukum alam dalam perjuangan tersebut" tutur Fathul Kwairumaratu.

 

Dalam sejarah hidupnya, pentas politik 2019 ini merupakan momentum pertama kali untuk lelaki berjiwa muda, inpirasi dan bersahaja itu mewakafkan dirinya untuk bertarung sebagai Calon Anggota (Caleg) DPRD SBT dari dapil dua. "Sebagai seorang  pemula sekaligus politisi muda, banyak pengalaman yang saya sudah alami. Cobaan baik dan buruk datang sebagai pengalaman besar dalam hidup saya sebagi politisi pemula" tutur lelaki asal Kecamatan Kilmury itu.  

 

Selain itu, sebagai anak kandung Rimba Raya dalam organisasi Pencipta Alam, dirinya  menjelaskan, hajatan 17 April 2019 kemarin adalah kehendak rakyat atas nawait  bersama dalam menentukan pemimpin baru untuk menata pembangunan infrastruktur di SBT yang lebih baik. 

 

"Dan Alhamdulillah lewat tangan rakyat dan atas kehendak Allah SWT, telah memberikan saya mandat atau amanah besar ini untuk bisa menjadi wakil rakyat, berjuang bersama rakyat untuk kembalikan hak rakyat" tutur Fathul yang juga Kader HMI Cabang Ambon itu.

 

Soal amanah kepemimpinan, putra kedua dari tiga orang bersaudara ini menuturkan, bahwa amanah kemenangan tersebut adalah amanah kita bersama, dan ini juga sebagai kemenangan bersama untuk kita masyarakat dapil dua.  "Bukan kemenangan beta sebagai Fathul Kwairumaratu. Beta sadar perjuangan ini sangat melelahkan, menyedihkan dan terharu, dengan demikian ini kenangan bersama. Sebab, kesemuanya dijawab dengan kebahagiaan" ucapnya.

 

Tentang kemenangannya, mantan Ketua Himpunan Pemuda Percepatan Pemekaran Kecamatam Kilmury  ini menyampaikan ribuan rasa terima kasih  sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung Fathul Kwairumaratu. "Mulai dari Kecamatan Tutuk Tolo, Kian Darat, Siritaun Wida Timur, Seram Timur, sampai di Kecamatan Kilmury" ucapnya.

 

Selain itu, dirinya ucapan terimakasihnya ia sampaikan kepada seluruh teman baik FK (Tamang Bae FK) yang lelah berjuang bersamanya.  "Beta pung Tete, Nenek, om, bibi, Kaka, Ade dan seluruh keluarga yang berjuang dibelakang sehingga pencapaian hasil ini adalah milik kita bersama, ini kemenangan kita bersama, ini kemenangan rakyat" tegasnya pada tulisannya. 

 

Ucapan sama ia sampaikan kepada  rumah besar PPP, Ketua DPC dan Bapilu, serta kesemua teman-teman di partai politik yang membantu perjuangannya. "Beta minta rasa terimakasihnya dari Pak Mustafa Mahu, Pak H Jasin Oei, Saudara Abu Wokas, saudara Acha, saudar Biba Kelderak, saudara Fatimah Kelkusa serta kepada  terkhususnya Kanda saya Syahril Wasahua. Guru Politik terbaik dan teman baik Idrus Wakano" jelasnya.

 

Kepada sejumlah organisasi Fathul Kwairumaratu  sampaikan terimakasih, teruntuk HPPMK, Zero-six, Nagandadala, Shelter 227, Rimba Lestari, Anak Rimba Gita titah falamuri, dan Darah Juang Green Black. 

 

Dan juga sebagai anak kandung rimba raya (Pecinta alam) salamku atas Gunung, lembah dan juga laut kekuatan alam adalah sebenarnya jawaban atas semua perjuangan terima kasih anak rimba raya, anak kaki gunung dan terima kasihku atas kapata/Nagan Ita Wotu Nusa.

 

Sebagai anak peradaban, anak yang lahir dari sejarah panjang semenanjung Ukar Lean (Gunung Besar),  sudah tentu Beta ucapkan Salam Alaika untuk para tatanusi,( moyang - moyang) Tuan Guru Mustajab dan para kapitan yang telah berjuang untuk negeri ini. 

 

Serta sebagai generasi baru SBT maka haturkan terima kasih kepada Founding Father's Negeri Ita Wotu Nusa (SBT) yang telah memekarkan negeri tercinta. "Mohon izin dan restu untuk melanjutkan titah perjuangan kalian, semangat juang ini adalah semangat yang ditularkan dari para pendahulu" ingatnya.

 

Kepada keluarga tercinta, pria berjiwa muda, inpirasi dan bersahaja ini  menjung tinggi semua kahadiran keluarga dalam perjalanan politiknya. Mulai dari Keluarga besar Kwairumaratu, keluarga besar Putun,  keluarga besar wanu kai sia.  "Terkhusus Ayahanda tercinta, Abng Sugi, Abng Ipul, dan Bongso Danu, kalian semangat besarku dalam perjuangan ini" katanya.

 

Pada akhir tulisanya, Anggota Dewan muda ini dengan penuh kerendahan hati, meminta izin permohonan untuk mengawal perjuangannya menjadi oposisi yang baik untuk menjalankan tugas dan amanah ini. Ia harapkan kalau ada salah dan keliru dalam kesehariannya  harap ada sapaan dan teguran dari semua pendukungnya. "Tegur Beta seperti apa yang sudah kamong kenal" ingatnya kepada rakyat.

 

Politisi pemula yang berkarisma ini dalam paragraf terakhir ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semau kesalahan yang pernah ia lakukan. 'Akhir kata kalau ada kata dan tindakan yang menyinggung dan menyakiti hati Basodara semua mohon kiranya dimaafkan sebagai manusia biasa tidaklah bisa terlepas dari khilaf dan salah" harapnya.

 

Diketahui, tulisan ini diterbitkan atas izin dari penulis konsep tersebut yakni Anggota DPRD SBT 2019 Fathul Kwairumaratu. (HN-OpanKastella)