Bimtek Pelaksana K13 Kabupaten SBT, Diikuti 44 Guru SMP Sederajat

Bimtek Pelaksana K13 Kabupaten SBT, Diikuti 44 Guru SMP Sederajat
hunimuanews.com - Sebanyak 44 guru dari 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pelaksana K13 (kurikulum 13) yang dibuka secara resmi oleh Perwakilan Lembaga Penjamin Mutu Pelajaran (LPMP) Provinsi Maluku, di SMPN 7 Bula, Kabupaten SBT, Senin (04/82017) kemaren .
 

Sri Rahmawati Selaku Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan "kegiatan bimtek ini digelar untuk memberikan bekal kepada para guru dalam mengimplementasikan kurikulum 13 ini sehingga terlaksana dengan baik di Kabupaten SBT".
 

"Bimtek ini merumuskan mata pelajaran yang di terapkan dan para peserta akan menjalani proses pembinaan selama 6 hari". Ungkap Rahwarin
 

di kesempatan yang sama Kepala Sekolah SMPN 7 Bula yang juga sebagai induk pelaksanaan kegiatan, Rahma Kafara mengatakan, "selama 6 hari ke depan para peserta bimtek akan mendalami kebijakan kurikulum 13".
 

”Kita berharap bimtek ini dapat di jalani dan hasilnya dapat diimplementasikan sebaik mungkin, karena K 13 ini di tahun 2020 itu harus sudah di tetapkan untuk mengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)” Tegas Kafara.
 

Kafara juga menambahkan, yang harus dilakukan guru itu adalah harus kreatif dan inovatif.

”Bagaimana sentuhannya guru itu, dapat mengenal karakter anak dan lingkungan sekolah sehingga melahirkan imajinasi anak-anak untuk mampu berpikir dan mampu berbuat,”Tuturnya.
 

Lanjut Kafara, kurikulum ini sasarannya adalah anak didik, sedangkan guru hanya sebagai pengantar. “Jadi anak-anak itu diajak untuk membaca, membandingkan dan mengamati. Metode mengajar yang baik adalah kesan. 
 

"Sesuatu yang berkesan akan mudah diingat selalu. Makanya lewat metode kesan itu, maka anak-anak tidak akan lupa pelajaran itu. Karena itu guru dituntut untuk melakukan inovasi dalam mengajar misalnya mengajak ke luar ruangan kelas agar anak-anak paham tentang apa yang tengah dipelajarinya.  Kalau guru tidak mau berubah maka bagaimana kualitas pendidikan bisa diwujudkan ,” terangnya.
 
 
Kemendikbud, dinas pendidikan, sekolah, guru, siswa, orang tua, komite sekolah dan masyarakat pendidikan mempelajari dan mengimplementasikan kurikulum 2013. yang sebagaimana di atur dalam Permendikbud Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.  ( BR )