Belum Punya KTP, Warga Keta Mengeluh

Belum Punya KTP, Warga Keta Mengeluh

 

BULA, Hunimuanews - Hingga saat ini belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Eletronik, warga desa Keta kecamatan Lianvitu kabupaten Seram Bagian Timur mengeluh. Mereka berharap, pihak  dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan perekaman melalui program Jemput Bola (Jebol) di desa Mereka.

 

Masalah tersebut disampaikan warga saat anggota DPRD Seram Bagian Timur, Nuzul Rumain melakukan reses masa sidang pertama tahun 2018  di desa Keta, Sabtu (28/4).

 

Keluhan belum memiliki KTP Eletronik, antara lain karena mengingat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku semakin dekat.

 

Sebagai warga negara, mereka tidak ingin kehilangan hak pilih  karena belum memiliki KTP Eletronik yang merupakan salah satu syarat untuk mencoblos.

 

Karena itu, warga berharap, masalah tersebut ditanggapi secara serius oleh pemerintah daerah Seram Bagian Timur.

 

Warga ingin mendaptakan kemudahan dalam  pelayanan  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melalui program Jebol.

 

“Orang Keta pergi ke Bula untuk urus Kartu Keluarga, KTP atau Akta Kelahiran, kami harus punya uang satu juta rupiah. Karena perjalanan Bula Keta, pulang pergi empat ratus ribu. Itu baru ongkos oto, belum yang lain,”beber salah satu tokoh pemuda desa Keta, Faris Rumain saat sesi dialog reses tersebut.

 

Karena itu, keluhan tersebut merupakan aspirasi yang perlu ditampung ditindaklanjuti oleh wakil rakyat di DPRD Seram Bagian Timur.

 

Menangapi aspirasi masyarakat tersebut, anggota DPRD Seram Bagian Timur, Nuzul Rumain mengatakan, akan menyampaikan masalah itu sebagai bagian laporan reses.

 

“Sehingga bisa diparipurankan, agar menjadi masukan kepada pemerintah daerah,”ungkapnya.

 

Anggota DPRD Seram Bagian Timur dari Daerah Pemiliha III ini menegaskan, akan berupaya maksimal, agar warga yang belum memiliki dokumen kependudukan, terutama KTP Eletronik dapat dilayani sebelum hari pencoblosan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku.

 

“Agar sebelum tanggal 27 Juni, masyarakat sudah memiliki KTP Eletronik atau minimal mereka sudah melakukan perekaman untuk mendapatkan surat keterangan (Suket),”tegas politis PKB ini.(HN-MB).