Anggota Polairud Polda Maluku di Mejahijaukan Terkait Kasus Narkoba

Anggota Polairud Polda Maluku di Mejahijaukan Terkait Kasus Narkoba
Aipda Fahrudin Fadangrangi alias Farid, anggota Polairud Polda Maluku Selasa (30/5), diadili di Pengadilan Negeri (PN) Ambon. Terdakwa kasus narkotika ini terancam pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 127 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut Umum (JPU) dipimpin majelis hakim yang diketuai Esau Yorisetou didampingi hakim anggota Asmo Siahaan dan Samsidar Nawawi.

Terdakwa didampingi Penasehat Humum (PH), Hendry Lusikoy dan Noke Pattirajawane. JPU Kejati Maluku, Ester Wattimury dalam dakwaannya menjelaskan,  pada 3 Januari 2017, saat anggota Ditresnarkoba Polda Maluku mendapatkan informasi dari sesama rekan anggota polisi kalau terdakwa sementara berada di Hotel The Natsepa, yang terletak di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng, dan sementara memisahkan atau membagi-bagikan narkotika jenis sabu dalam beberapa paket untuk dijual.

Dan atas informasi tersebut, anggota Ditresnarkoba Polda Maluku langsung menuju ke Hotel The Natsepa, namun sesampainya di sana tidak didapati terdakwa sebagaimana informasi tersebut.

Kemudian berdasarkan informasi lebih lanjut, anggota Ditresnarkoba Polda Maluku kembali mencium keberadaan terdakwa dan langsung menuju ke Karaoke Grand Palace di Jalan Telukabessy, Kawasan Mardika, Kota Ambon.

Sesampainya di Karaoke Grand Palace, mereka langsung masuk ke dalam karaoke dan mendapatkan terdakwa. Terdakwa pun langsung menunjukan satu paket sabu-sabu yang dikemas dalam plastik bening sambil mengatakan “masih ada  200 gram lagi yang akan diedarkan”.

Saat mendengarkan pengakuan terdakwa, sejumlah anggota Ditresnarkoba itu tidak serta merta langsung menangkap terdakwa. Pasalnya, terdakwa berjanji akan mengungkapkan tindak pidana narkotika dengan barang bukti 200 gram itu.

Namun hingga keesokan harinya, terdakwa tidak mampu membuktikan pengakuannya itu, terdakwa langsung diringkus oleh anggota Ditresnarkoba Polda Maluku. JPU mengatakan, terdakwa terancam melanggar pasal112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 127 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009.