Sekda SBT Buka Sosialisasi P2KTD  

Sekda SBT Buka Sosialisasi P2KTD   

BULA, Hunimuanews.com-Sekretaris Daerah kabupaten Seram Bagian Timur, Syarif Makmur, mewakili bupati Abdul Mukti Keliobas membuka sosilisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Tim Teknis Desa (P2KTD) serta Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Inovasi Kabupaten (Rakor-TIK), Kamis (20/9).

 

Selain Sekretaris Daerah, hadir juga sejumlah pejabat di lingkup pemerintah kabupaten SBT serta peserta yang merupakan Tim Inovasi Desa (TPID), Tim Inovasi Kegiatan (TIK), Tim Pendamping  Inovasi Desa, Pendamping desa serta Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM).

 

Kegiatan yang digelar di Aula Kemenga Kabupaten SBT tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan pelatihan pelatihan bagi Tim Pelaksana Inovasi Desa 15 kecamatan yang digelar selama dua hari.

 

Selaku Sekretaris Daerah yang juga Koordinator penyelengaraan pemerintahan, Syarif Makmur menyambut baik gagasan kegiatan yang diselenggarakan tersebut. 

 

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting sebagai salah upaya untuk mlebih memberdayakan semua elemn ang terkait pembangunan di pedesaan, yakni aparatur dan masyarakat serta pendamping desa.

 

Sehingga, lanjutnya berbagai program pembangunan serta pemerintahan di tingkat desa dapat berjalan dengan baik.

 

Hal itu, lanjut Syarif Makmur juga mengingat saat konsep pemberdayaan masyarajat sudah menjadi fokus utama pemerintah dalam rangka mempercepat peningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Kalau dulu kita kenal dengan era pembangunan, semua itu diistilahkan dengan pembangunan.  Tapi dalam perkembangannya, istilah pembangunan belum efektif untuk memperkecil kesenjangan, baik antara wilayah maupun antar desa, walaupun secara teortis pembangunan itu untuk menjamin kesejahteraan,”katanya

 

Karena itu, saat ini konsep pembanguan mulai diarahkan ke konsep, karena  konsep pemberdayaan merupakan langkah tepat untuk mewujudkan kemandirian masyarakat di desa.

 

Agar, lanjut Syarif Makmur semua elemen di desa dapat lebih mandiri.”Dari dulu kita berharap, ada kesejahteraan yang lebih baik di desa. Jadi, peningkatan kapasitas adalah dalam rangka pemberdayaan tadi. Mentranfer pengetahuna, mentransfer ketrampilan serta kewenangan kepada desa,”kata Syarif Makmur.(MB)