BPOM Maluku Uji Sampel Makana Takjil Buka Puasa

 BPOM Maluku Uji Sampel Makana Takjil Buka Puasa
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku melakukan pengujian sampel pangan berbuka puasa di sejumlah lokasi di Kota Ambon.

"Pengawasan pangan buka puasa atau takjil dilakukan sejak awal Ramadhan 1438 Hijriah berupa pengujian sampel pangan di sejumlah lokasi," kata Kepala BPOM Maluku, Sandra Lithin, di Ambon, Selasa.

Tahap awal telah melakukan pengawasan di kawasan mesjid raya Alfatah Ambon pada Senin (29/5).

Diambil 18 sampling dan hasilnya tidak mengandung bahan berbahaya, selanjutnya dilanjutkan dengan pengujian labolatorium untuk melihat mikrobiologi, apakah ada kuman yang melebihi ambang batas atau tidak.

Ia mengatakan, pengawasan pangan buka puasa dilakukan di sejumlah lokasi yang menjual makanan yakni kawasan di depan Mesjid Raya Alfatah, pusat jajanan di desa Batumerah, Kebun Cengkeh, Galunggung serta Waiheru.

"Pengawasan dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling agar melakukan pengujian sampel di lokasi, selanjutnya dilakukan di laboratorium," ujar Sandra.

Pengujian sampel pangan berbuka dilakukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sampel makanan diuji keamanannya meliputi pengujian parameter kimia dan mikrobiologi.

Pengujian parameter kimia meliputi Rhodamin B, Formalin, Borax dan Metanil Yellow. Rodhamin B akan diuji melalui sampel pangan sirup merah, kue dan kerupuk merah.

Formalin akan diuji melalui tahu, bakso, mie dan ikan, baik yang dimasak gulai maupun digoreng.

Sedangkan Metanil Yellow diperiksa melalui sirup dan kue. Borax diuji melalui bakso, kerupuk, gado-gado dan ketupat.

"Pengujian parameter mikrobiologi dilakukan untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform dalam makanan, yakni Angka Lempeng Total (ALT) dan "Most Probable Number (MPN) Coliform", kata Sandra.

Dia mengemukakan, jika ditemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya, maka pihaknya akan membina para pedagang agar mereka dapat memperbaiki kesalahannya.